Bapak Budi Hartoko: Jadikan Nasihat Sebagai Kebiasaan, Bukan Sekadar Didengar
Ngunut — Pengajian rutin Pemuda PAC LDII Ngunut kembali digelar pada Rabu malam Kamis di Aula Abdurrahman Salim. Kegiatan yang secara konsisten diadakan setiap pekan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda LDII di wilayah Ngunut, dengan selalu menghadirkan penasehat setempat PAC LDII sebagai pemberi tausiyah dan bimbingan. Pada pengajian kali ini, tausiyah disampaikan oleh Pak Budi, yang mengangkat tema seputar syukur, hidayah, dan pentingnya membiasakan diri mendengarkan nasihat.
Hidayah, Nikmat yang Wajib Disyukuri
Mengawali tausiyahnya, Pak Budi mengajak seluruh pemuda yang hadir untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas hidayah yang telah diberikan. Menurutnya, hidayah merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia, sejajar dengan nikmat-nikmat besar lainnya dalam kehidupan.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7:
لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"La'in syakartum la'azidannakum wa la'in kafartum inna 'adzabi lasyadid."
"Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Namun jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini, jelas Pak Budi, menjadi pengingat bahwa rasa syukur bukan hanya ucapan di lisan, melainkan harus tercermin dalam sikap dan amal perbuatan sehari-hari. Semakin seseorang bersyukur, semakin besar pula nikmat yang Allah tambahkan kepadanya.
Nasihat Sebagai Bagian dari Agama
Lebih lanjut, Pak Budi mengajak para pemuda untuk menjadikan nasihat bukan sekadar sesuatu yang didengar sesekali, melainkan kebiasaan bahkan kegemaran dalam keseharian.
Ia menyitir sabda Rasulullah ﷺ:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
"Ad-dinu an-nashihah."
"Agama adalah nasihat."
Menurut Pak Budi, hadits singkat ini mengandung makna yang sangat dalam. Dengan senang mendengarkan nasihat, seseorang dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang keliru dalam menjalani hidup. Orang yang sudah paham akan bertambah pemahamannya, sementara yang belum tahu akan menjadi tahu. Sebaliknya, sikap meremehkan atau enggan mendengarkan nasihat justru akan membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan untuk memperbaiki diri.
"Siapa pun yang menyampaikan nasihat, dan apa pun isi nasihatnya, selama mengajak kepada kebaikan, hendaknya kita dengarkan dengan baik dan kita perhatikan agar dapat dipahami serta diamalkan," pesan Pak Budi kepada para hadirin.
Bersyukur Menjadi Bagian dari Generus LDII
Di penghujung tausiyahnya, Pak Budi mengingatkan para pemuda LDII untuk senantiasa bersyukur dan bangga karena telah dibina dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Ia menekankan bahwa generus LDII senantiasa diarahkan, diperhatikan, serta dibentengi dari berbagai pengaruh kurang baik yang datang dari luar lingkungan pembinaan.
Ia berharap, melalui pembinaan yang terus-menerus tersebut, cita-cita Generus dapat tercapai, yaitu menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri, sehingga kelak mampu memberikan manfaat yang nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Pengajian yang rutin digelar setiap Rabu malam Kamis di Aula Abdurrahman Salim ini menjadi salah satu rangkaian pembinaan tetap yang diselenggarakan Pemuda PAC LDII Ngunut. Dengan senantiasa menghadirkan penasehat setempat sebagai pembimbing, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Komentar (2)
Allah paring lancar barokahh!!
🤍🤍